Profil

A. Latar Belakang
Panjang garis pantai Indonesia sekitar 108 ribu Km, dan merupakan negara yang memiliki panjang garis pantai kedua terpanjang di dunia. Hal ini juga menyebabkan banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar pantai. Pada umumnya masyarakat yang hidup di daerah pantai disebut dengan masyarakat pesisir. Masyarakatnya mayoritas memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan laut. Kehidupan laut yang keras memberikan pengaruh pada karateristik masyarakat pesisir pada umumnya adalah keras dan bersifat terbuka.
Laut Indonesia yang memiliki sumber daya yang berlimpah. Masyarakat pesisir bermukim di wilayah pesisir atau pantai, pemukiman ini identik disebut dengan istilah kampung nelayan. Kampung-kampung di pesisir sangat potensial menjadi daerah yang kumuh dengan masyarakat yang mayoritas adalah masyarakat miskin. Dari jumlah penduduk Indonesia, masyarakat miskin pesisir tercatat sebesar 32%. Hal ini disebabkan karena mayoritas nelayan kita masih menggunakan alat-alat tradisional dan belum dapat mengolah industri perikanan serta sumber daya laut lainnya.
Dari data yang di realise oleh Kemendagri, saat ini tercatat ada 78.609 desa di seluruh Indonesia, dimana sebanyak 12.827 merupakan desa pesisir yang tersebar disepanjang garis pantai Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Rote sampai ke Miangas yang tersebar di 17.504 pulau (Pushidrosal, 2021 - terdaftar di PBB sebanyak 16.771 pulau). Dari sejumlah desa pesisir tersebut baru 1.275 desa yang menjadi desa binaan TNI AL.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wadah Pembinaan Generasi Muda Wadah Pembinaan Masyarakat Maritim Spotmar TNI AL 1 PROPOSAL PROGRAM KAMPUNG BAHARI NUSANTARA Salah satu program Pemerintah adalah untuk mengentaskan kemiskinan khususnya di daerah-daerah yang tertinggal. Sesuai dengan UU TNI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI memberikan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan matra laut. Berangkat dari dasar tersebut, TNI AL mencanangkan program pembinaan di wilayah pesisir yang dapat memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat wilayah pesisir dengan cara berupaya memberdayakan potensi maritim yang ada, untuk kepentingan pembangunan dan terciptanya peluang ekonomi guna mendukung kekuatan pertahanan negara di laut melalui Program Kampung Bahari Nusantara (KBN).
B. Tujuan dan Sasaran
1. Tujuan. Tujuan Program Kampung Bahari Nusantara adalah untuk mewujudkan suatu kampung yang mampu menjadi wadah kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pembinaan potensi maritim untuk mengembangkan Potensi wilayah maritm meliputi Edukasi, Ekonomi, Pariwisata, Kesehatan dan Pertahanan
2. Sasaran. Terwujudnya kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang tangguh, kokoh dan kuat.
C. Prinsip-prinsip.
1. Koordinatif. Menyadari bahwa pentingnya Binpotmar di wilayah pesisir, dimana laut menjadi obyek Bintahwilmar dalam Dawilhanla TNI Angkatan Laut, koordinasi antar instansi terkait bersama komponen masyarakat di wilayah pesisir harus terjalin dengan baik, mulai dari tahap dari perencanaan, pelaksanaan, pengakhiran maupun pengawasan dan evaluasinya.
2. Manfaat. Pelaksanaan Program Kampung Bahari Nusantara di wilayah pesisir harus dapat bermanfaat dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat wilayah pesisir dengan saling berupaya memberdayakan potensi maritim yang ada, demi kepentingan pembangunan dan terciptanya peluang ekonomi serta dapat dimanfaatkan guna mendukung kekuatan pertahanan negara di laut.
3. Prioritas. Pelaksanaan Program Kampung Bahari Nusantara dilaksanakan dengan tujuan dan prioritas yang jelas dan terukur untuk mencapai sasaran bagi kepentingan pertahanan negara di laut.
4. Terpadu. Program Kampung Bahari Nusantara dapat dilaksanakan secara terpadu dengan mensinergikan program kegiatan secara bersama-sama komponen masyarakat lainnya.
5. Antisipatif. Program Kampung Bahari Nusantara mempertimbangkan kemungkinan perkembangan lingkungan strategis dengan mengukur ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan yang sudah dapat diprediksi sebagai langkah antisipasi menghadapi setiap perubahan yang timbul. Spotmar TNI AL 3
6. Sinergitas. Program Kampung Bahari Nusantara diselenggarakan dengan melibatkan komponen masyarakat, pemerintahan dan instansi samping maupun instansi swasta lain dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pengakhiran.
7. Berkesinambungan. Program Kampung Bahari Nusantara diselenggarakan secara terus-menerus dengan memperhatikan aspek pelestarian dan kelangsungan (Sustainability) daya dukung lingkungan dalam kepentingan pertahanan negara di laut. 8. Legalitas. Program Kampung Bahari Nusantara harus dapat mengikuti peraturan, ketentuan dan kearifan lokal yang berlaku yang telah terkoordinasi dan bersinergi antara semua pihak.
D. Tempat Kegiatan
1. Tempat. Tempat pelaksanaan Kampung Bahari Nusanrata tersebar di desa-desa pesisir seluruh Indonesia dibawah pembinaan Satuan Komando Kewilayahan TNI Angkatan Laut. Pada tahun 2022 ini, tempat kegiatan KBN berada di 68 desa yang tersebar diseluruh pesisir Indonesia.
2. Kegiatan. Program KBN dilaksanakan setiap tahunnya dengan membangun KBN-KBN baru di setiap Satkowil/Non Kowil TNI AL diseluruh wilayah pesisir Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pengembangan potensi wilayah untuk meningkatkan kemakmuran dan tingkat kesejahteraan masyarakat desa pesisir yang dibentuk dalam klaster-klaster yaitu : Spotmar TNI AL 4
a. Klaster Edukasi.
b. Klaster Ekonomi.
c. Klaster Pariwisata.
d. Klaster Kesehatan.
f. Klaster Pertahanan.
